Sejarah

Informasi

Iptek

Recent Posts

Biografi Wolfgang Amadeus Mozart

Wolfgang Amadeus Mozart yang bernama asli Johannes Chrysostomus Wolfgangus Gottlieb Mozart (lahir di Salzburg, 27 Januari 1756 – meninggal di Wina, Austria, 5 Desember 1791 pada umur 35 tahun) merupakan seorang komponis besar yang sangat penting berpengaruh pada era Classical. Mozart telah membuat lebih dari 600 karya sepanjang hidupnya, yang terdiri dari karya musik symphonic, concertante, chamber, operatic, and choral music.
Biografi Wolfgang Amadeus Mozart
Biografi Wolfgang Amadeus Mozart

Mozart mengenal musik sejak lahir. Ayahnya, Johann Georg Leopold Mozart adalah komponis penting pada jamannya, salah satu karyanya yang paling penting adalah Kindersinfonie (Simfoni Anak-Anak). Sewaktu berumur empat tahun, Mozart sudah mampu memainkan harpsichord dan melakukan improvisasi pada karya-karya musik pendahulunya. Dia bahkan menulis komposisinya yang pertama saat berumur lima tahun. Karya-karyanya antara lain adalah Violin Sonata, dan beberapa Minuet. Leopold mengumpulkan semua komposisi ini tanpa sepengetahuan anaknya. Demikian halnya dengan Maria Anna Mozart (Nannerl), kakaknya, dia juga adalah pemain piano yang sangat handal.

Perjalanan Karya Bermusik Mozart

Pada bulan September 1762, Leopold mengambil cuti panjang dari jabatannya untuk mempromosikan anaknya kepada raja-raja. Mereka lalu berangkat ke Wina. Di sana Mozart bermain piano di depan Ratu Maria Theresia yang terpukau akan keahlian permainan Mozart dan Nannerl. Setelah konser ini, Mozart harus mengikuti konser yang cukup panjang selama tiga tahun yaitu Paris dan London. Di tempat tersebut Mozart mengadakan konser di hadapan raja-raja yang juga memujinya.

Pada tahun 1769, Mozart mengadakan perjalanan ke Italia. Hasil perjalanan ini cukup baik, Mozart sangat produktif dalam penciptaan komposisi. Dia menggubah opera Mitridati, rè di Ponto (1770) dan Lucia Silla (1772) dan keduanya mendapat sukses besar dalam pertunjukannya di Milan. Mozart juga mencipatakan banyak simfoni selama perjalanan ini, dan dipengaruhi para komponis-komponis italia seperti Sammartini. Di Bologna, Mozart juga belajar pada guru komposisi yang paling terkenal pada masa itu, Padre Martini.

Sebelum kembali dari Italia, Mozart tinggal bersama ayahnya selama sepuluh minggu di Wina, Leopold tidak ingin Mozart kembali dan bekerja menjadi “tukang” musik yang tak terlalu dihargai di Salzburg. Leopold berusaha mendapatkan jabatan untuk anaknya di Wina, namun tak berhasil. Sebenarnya, perbuatan Leopold memamerkan anak-anaknya ke seluruh Eropa tak terlalu disukai oleh Kaisar Austria.

Sekembalinya dari Italia pada 13 March 1773, Mozart dipekerjakan sebagai pemusik kerajaan di Salzburg oleh Prince-Archbishop Hieronymus Colloredo. Di Wina, Mozart mendengar karya-karya Joseph Haydn yang terbaru dan dia berteman dengan Michael Haydn (1737-1806), adik dari Joseph Haydn. Salah satu karya yang penting pada pada masa ini adalah K.183, Simfoni No. 25 in G Minor (1773) dan K. 201, Simfoni in A Major (1774).

Pada ulang tahunnya yang ke-21, jumlah komposisinya sudah mencapai tiga ratus buah. Meskipun kemampuan menulis lagunya berhasil, Mozart tidak puas dengan Salzburg dan berupaya untuk menemukan posisi tempat lain. Salah satu alasan adalah gaji yang rendah yaitu 150 florin tahun. Mozart juga ingin menulis lagu opera, namun Salzburg jarang menyelenggarakannya. Situasi makin buruk pada 1775 ketika teater istana ditutup. Dua ekspedisi panjang Mozart sedikit menghambatnya untuk mencari pekerjaan. Mozart dan ayahnya mengunjungi Wina dari 14 Juli – 26 September 1773 dan Munich dari 6 Desember 1774 sampai Maret 1775. Kunjungan tidak berhasil, meskipun perjalanan Munich menghasilkan keberhasilan populer dengan pemutaran perdana opera Mozart La finta giardiniera.


Pada Agustus 1777 Mozart mengundurkan diri dari jabatannya di Salzburg. Pada tanggal 23 September memberanikan diri sekali lagi untuk mencari pekerjaan, dengan pergi ke Augsburg, Mannheim, Paris, dan Munich. Di antara karya yang diciptakan Mozart selama perjalanannya di Paris yang terkenal adalah A minor piano sonata K. 310/300d dan the “Paris” Symphony (no. 31); Keduanya ditampilkan di Paris pada 12 dan 18 June 1778. Pada bulan Januari 1781, opera Idomeneo Mozart ditampilkan dan menuai kesuksesan besar di Munich.

Karir baru Mozart di Wina pun dimulai. Dia sering tampil sebagai pianis, terutama dalam kompetisi sebelum Kekaisaran dengan Muzio Clementi pada tanggal 24 Desember 1781, dan ia telah membuktikan dirinya sebagai pemain keyboard terbaik di Wina. Ia juga sejahtera sebagai komposer. Pada tahun 1782 Mozart menyelesaikan opera Die Entführung aus dem Serail (The Abduction dari Seraglio) yang perdana pada tanggal 16 Juli 1782 dan meraih sukses besar.

Mozart menikah dengan Constanze pada 4 Agustus 1782 di Katedral St Stephen dan memiliki 6 anak. Selama 1782-1783, Mozart menjadi akrab dengan karya Johann Sebastian Bach dan George Frideric Handel karena pengaruh Gottfried van Swieten yang sering berkunjung ke rumahnya dan memiliki banyak manuskrip dari master Baroque. Mozart mempelajari partitur lagu-lagu tersebut dan menginspirasinya untuk menulis karya dalam gaya Baroque, dan kemudian mempengaruhi musikalitas dirinya, misalnya di bagian fugal dalam Die Zauberflöte (The Magic Flute) dan The finale of Symphony No.41.

Pada tahun 1783, Mozrt dan istrinya mengunjungi keluarga Mozart di Salzburg. Ayah dan kakaknya menyambut Constanze dengan sopan. Namun dalam kunjungan ini, Mozart diminta untuk membuat salah satu dari komposisi liturgi Mozart yang terkenal “The Mass in C minor”. Walaupun belum selesai, karya tersebut ditampilkan di Salzburg dengan Constanze yang menyanyi di bagian solo.

Pada tahun 1784, Mozart bergabung menjadi anggota Freemason, suatu serikat yang mendukung ide persaudaraan di bawah Tuhan. Puncak karier Mozart terdapat pada masa 1784-1786. Mozart sangat rajin menggubah. Dia membuat 12 Concerto dan para musikolog menganggapnya sebagai karya Mozart yang paling penting. Walau Kaisar Joseph II ikut mendengar konser Mozart, hal itu sama sekali tak membantu keuangannya. Mozart diberi jabatan sebagai pemusik istana dengan gaji yang tak terlalu besar.

Le Nozze di Figaro (“Pernikahan Figaro”) dipentaskan pertama kali di Wina pada tahun 1786 dan meraih sukses sehingga Mozart membawanya ke Praha (ibukota Ceko) dengan kesuksesan lebih besar lagi.

Mozart menggubah beberapa karya lagi antara lain K. 505, Simfoni No. 38 in D Major ‘Prague’. Berkat kesuksean Le Nozze di Figaro, Mozart bersemangat untuk membuat opera baru antara lain Don Giovanni, sebuah komik opera. Mozart untuk pertama kali memakai trombon pada operanya, hal inilah yang mengakibatkan munculnya efek yang cukup dramatis. Pada tahun 1787, Leopold meninggal dunia dan cukup memengaruhi karya Mozart.

Menjelang akhir dekade, keadaan Mozart memburuk. Sekitar 1786 ia tak lagi sering muncul dalam konser publik dan penghasilannya menyusut. Waktu itu adalah waktu yang sulit bagi musisi di Wina karena Austria sedang berperang.

Pada pertengahan 1788, Mozart dan keluarganya telah pindah dari pusat Wina untuk pinggiran Alsergrund. Namun hal ini tidak menyelesaikan masalah keuangan Mozart. Mozart pun mulai meminjam uang, paling sering dari temannya dan sesama Mason Michael Puchberg. Maynard Solomon dan lain-lain telah berpendapat bahwa Mozart menderita depresi. Karya utama dari periode ini termasuk tiga simfoni terakhir (No 39, 40, dan 41 , semua dari 1788), dan yang terakhir dari tiga Ponte opera Da, Cosi fan Tutte, yang ditampilkan pada tahun 1790.

Pada musim semi 1789 Mozart membuat perjalanan panjang ke Leipzig, Dresden, dan Berlin berharap dapat meningkatkan nasibnya, dan ke Frankfurt, Mannheim, dan kota-kota Jerman lainnya pada tahun 1790. Namun perjalanan tersebut kurang berhasil dan tidak meringankan kesulitan keuangan keluarganya.

Tahun-tahun terakhir dalam hidup Mozart sampai ia terserang penyakit merupakan waktu produktif Mozart. Ia membuat banyak karya hebat, termasuk beberapa karyanya yang paling dikagumiseperti : the opera The Magic Flute; the final piano concerto (K. 595 in B-flat), the Clarinet Concerto K. 622, karya terakhir string quintets Mozart (K. 614 in E-flat),the motet Ave verum corpus K. 618, dan Requiem K. 626 yang tidak selesai.

Kondisi keuangan Mozart yang menjadi sumber kecemasannya pada tahun 1790 akhirnya membaik. Walaupun tidak ada bukti nyata, namun Mozart dikabarkan memiliki pelanggan yang kaya di Hungaria dan Amsterdam yang memberikan imbalan kepada Mozart untuk komposisi yang dipesan sesekali. Dia mungkin juga mendapatkan imbalan dari karyanya untuk musik dansa. Mozart tidak lagi meminjam uang dalam jumlah besar kepada Puchberg dan mulai melunasi hutang-hutangnya.

Ia sangat puas dengan karya-karyanya yang dipentaskan dan sangat berhasil, terutama The Magic Flute (sering ditampilkan dalam periode yang singkat antara pertunjukan pertamanya dan kematian Mozart) dan The Little Masonic Cantata K. 623, yang ditampilkan perdana pada 15 November 1791.

Kematian Mozart

Mozart jatuh sakit ketika berada di Praha untuk pemutaran perdana  opera La Clemenza pada 6 September 1791 di Tito, yang ditulis pada tahun yang sama untuk perayaan penobatan Kaisar. Dia mampu melanjutkan pekerjaannya dengan profesional untuk beberapa waktu, dan melaksanakan pertunjukan perdana The Magic Flute pada 30 September 1791. Penyakitnya mulai memburuk pada 20 November 1791, di mana Mozart menderita pembengkakan, nyeri, dan muntah.

Mozart dirawat oleh istri dan adik bungsu istrinya, dan dirawat oleh dokter keluarga, Thomas Franz Closset. Walaupun dalam keadaan sakit, ia masih terbeban untuk menyelesaikan karya Requiem. Buktinya, ia mendidiktekan beberapa bagian ke Süssmayr, muridnya.

Mozart meninggal pada tanggal 5 Desember 1791 jam 1 pagi dalam usia 35 tahun. The New Grove menunjukkan fakta-fakta dari pemakaman Mozart : Mozart dimakamkan di pemakaman umum, sesuai dengan adat Wina kontemporer, di St Marx Cemetery di luar kota pada tanggal 7 Desember. Jika, seperti yang laporan katakan, tidak ada pelayat menghadiri, itu juga konsisten dengan adat penguburan Wina pada saat itu. Di kemudian hari, Jahn (1856) menulis bahwa Salieri, Süssmayr, van Swieten dan dua musisi lain menghadiri pemakaman Mozart. Kisah yang mengatakan bahwa saat itu badai dan salju adalah palsu karena pada hari itu cuaca tenang dan sejuk.

Penyebab kematian Mozart tidak dapat diketahui dengan pasti. Catatan resmi mengatakan sebagai “hitziges Frieselfieber” (“demam miliaria parah”, mengacu pada ruam yang terlihat seperti biji millet), penjelasan yang tidak cukup untuk mengidentifikasi penyebabnya. Para peneliti telah mengemukakan setidaknya 118 penyebab kematian, termasuk trichinosis, influenza, keracunan merkuri, dan penyakit ginjal langka. Hipotesis yang paling banyak diterima adalah bahwa Mozart meninggal karena demam rematik akut.

Biografi Ludwig van Beethoven

Ludwig van Beethoven adalah salah satu komposer terbesar dalam sejarah musik klasik Eropa. Musiknya meliputi transisi antara gaya klasik dan romantik. Karyanya semakin luar biasa mengingat karya-karya itu diselesaikan sewaktu ia kehilangan fungsi pendengarannya. Meskipun tiga puluh tahun akhir hidupnya mengalami masalah pendengaran, tetapi tidak menghentikan langkahnya untuk menghasilkan simfoni-simfoni luar biasa.

Biografi Ludwig Van Beethoven
Biografi Ludwig Van Beethoven

Masa Muda dan Keluarga Ludwig van Beethoven

Ludwig van Beethoven lahir pada 16 Desember 1770 di Bonn, Jerman  dan dibaptis satu hari berikutnya. Meski demikian tanggal kelahirannya masih diperdebatkan karena tidak ada dokumen resmi yang ditemukan, tetapi mayoritas berpendapat 16 Desember adalah hari kelahirannya.

Ibunya bernama Maria Magdalena van Beethoven, seorang wanita yang sangat serius dan tekun. Ayahnya, Johan van Beethoven, ataupun kakeknya bekerja sebagai penyanyi istana bagi uskup agung Bonn.

Sayangnya, ayah Beethoven adalah seorang pecandu alkohol. Ia mencoba menambah pemasukan keluarga dengan memamerkan putra keduanya, Ludwig, sebagai anak ajaib. Kendati demikian usaha tersebut tidak berhasil.

Berbeda seperti Mozart, kegeniusan Beethoven membutuhkan waktu agak lama untuk berkembang penuh. Selain memperoleh pelajaran musik dari ayahnya, saat berusia sembilan tahun, ia juga menerima pelajaran menggubah musik dari Christian Gottlo Neefe, pemain organ istana Boon.

Selanjutnya, Beethoven mejadi asisten pemain organ resmi pada usia 14 tahun. Pasa masa ini, Beethoven melakukan perjalanan ke Wina dan kemungkinan bertemu dengan Mozart serta bermain musik untuknya. Namun, di tengah perjalanan terdengar kabar bahwa ibunya jatuh sakit akibat tuberkulosis dan ia pun terpaksa pulang ke Boon saat ibunya meninggal.

Perjalanan Menuju Puncak Ketenaran

Setelah ibunya meninggal dunia, Beethoven kini menjadi tulang punggung keluarga, terutama karena ayahnya yang semakin tidak mampu. Ia pun mulai bekerja sebagai pemain bila di orkestra istana dan teater lokal. Selain itu, ia juga bekerja sebagai guru musik bagi anak-anak bangsawan.

Posisinya memungkinkan ia untuk bertemu banyak banngsawan berpengaruh, termasuk aristokrat Count Ferdinand Waldstein, musikus ahli yang menjadi teman dan pengayim. Berkat bantuan Waldstein, Beethoven dapat pergi kembali ke Wina untuk belajar dari komposer terkenal Joseph Hadyn. Ia meninggalkan Boon pada 1792 dan menghabiskan sisa hidupnya Wina.

Di Wina, Beethoven membuat berbagai salon dan bangsawan di tempat itu terkesan dengan penampilan virtuosonya dengan piano. Ia pun pentas di mana-mana dan dianggap juara dalam hal improvisasi, bahkan dibanding-bandingkan dengan Mozart.

Gubahan-gubahannya pada saat itu mencakup sejumlah sonata piano, variasi, dan konserto. Dua simfoni pertamanya menunjukkan  pengaruh para pahwalan yang dikaguminya, Mozart dan Haydn.

Kehilangan Pendengaran dan Puncak Karier Beethoven

Di tengah karier yang tengah menanjak, Beethoven terkena penyakit Tinnitus pada 1798. Tinnitus adalah penyakit yang mengerikan untuk seorang komposer, karena mengakibatkan penderitanya perlahan-lahan menjadi tuli dan kehilangan fungsi pendengarannya sepenuhnya.

Dengan penyakit mengerikan itu Beethoven mengalami suasana hati yang buruk dan guncangan emosional. Beethoven kesulitan menjalin hubungan dan ia tidak pernah menikah.

Kendati demikan, pada tahun-tahun berikutnya Beethoven masih mencoba terus berkarya. Ia menggubah sejumlah karya piano penting. Gubahan-gubahan itu brilian dan indah.

Meskipun demikian, ketulian yang dialaminya semakin menjadi dan tidak bisa lagi diabaikan. Ia hampir putus asa dan barangkali menyadari bahwa kariernya sebagai virtuoso sudah tamat. Oleh sebab itu, ia mulai berfokkus menggubah lagu.

Di tengah sakitnya, ia menghasilkan serangkaian karya luar biasa. Simfoni no. 3 yang dipersembahkan untuk pahlawan idolanya, Napoleon Bonaporte, menandai awal dari mahakaryanya. Namun, sewaktu Napoleon menyatakan diri sebagai kaisar pada 1804, sang komposer yang kecewa menghapus persembahan itu. Simfoni itu akhirnya diterbitkan pada tahun 1806 dengan judul baru Sinfonia Eroica.

Beethoven terus melanjutkan kreasinya dengan melahirkan banyak gubahan, antara lain sonata piano Waldstein dan Appasionata; Konserto Piano Keempat; Kuartet Razumovsky dan Konserto Violin; dan juga opera pertama dan satu-satunya yang ia hasilkan, Fideho.

Simfoni no. 4 dan 5 kemudian diterbitkan pada periode ini, dengan no. 5 menjadi titik penting orisinalitas musik. Pembukaan simfoni ini sangat terkenal hingga sekarang. Selanjutnya muncul simfoni no. 6 yang dikenal sebagai Pastoral, di mana instrumen tiup meniru suara burung pedesaan setempat, disusul simfoni no. 7 dan 8 yang menandai puncak masa produktivitasnya.

Akhir Hidup Beethoven

Pada tahun-tahun terakhir hidupnya, Beethoven tidak banyak menggubah lagu karena sekarang ia tuli total. Karya-karya periode akhir Beethoven (sejak 1815), ditandai oleh keintiman dan daya emosi yang semakin meningkat.

Sonata-sonata piano terakhirnya, opus 109, 110 dan 111 adalah karya virtuoso luar biasa dengan kompleksitas yang bersanding sempurna denga lirisisme.

Di sisi lain, Simfoni No. 9, karya agungnya yang tercipta tahun 1823, meledak-ledak dengan movement terakhir, Ode to Joy. Movement itu menampilkan koor penuh dan penyanyi-penyanyi solo yang bergairah.

Kuartet-kuartet gesek terakhirnya diselesaikan tahun 1826, yang bertepatan deng an pecobaan bunuh diri keponakan Beethoven yang juga merupakan anak perwaliannya. Satu tahun berikutnya ia terkena serangan pneumonia dan kemunculan sirosis hati yang  menyebabkan kematiannya pada 26 Maret 1827 pada usianya yang ke-56 tahun.

Beethoven dimakamkan dengan upacara luar biasa di Wina. Sebuah upacara yang cocok untuk komposer yang telah terkenal di seluruh Eropa. Hingga kini, namanya bersanding dengan jajaran komposer-komposer hebat pada masanya ataupun masa-masa lain.

7 Kebaikan Kecil Yang Dampaknya Tidak Kecil

Berbuat kebaikan sebenarnya bisa dilakukan kapan pun dan dimana pun. Kita bisa melakukannya hari ini, saat ini, atau bahkan detik ini juga. Atau, mungkin sebagian dari kita perlu alarm untuk mengingatkan agar setiap harimu selalu dipenuhi dengan aktivitas kebaikan. Berikut ini 7 contoh kebaikan kecil yang dampaknya tidak kecil bagi sekeliling anda.
7 Kebaikan Kecil Yang Dampaknya Tidak Kecil
7 Kebaikan Kecil Yang Dampaknya Tidak Kecil

Bersyukur setiap hari

Berpikiran positif dan selalu bersyukur akan membuat hidup kita menjadi lebih tenang. Bersyukur atas kondisi apa pun yang kita alami akan membuat jiwa terasa tentram, tidak mudah terpancing amarah, lebih sabar, dan pemaaf. Buukan tidak mungkin aura positif kita ini akan menginspirasi dan memotivasi orang-orang di sekeliling anda.

Berikan senyum yang tulus

Anda bisa berbuat baik dengan memberikan senyum yang tulus. Memberikan senyum kepada orang yang kamu temui, misalnya rekan kerja, akan menjadikan anda dikenal sebagai pribadi yang ramah dan membuat orang lain merasa nyaman berada di sekitar anda.

Silahkan baca artikel :

Buang sampah pada tempatnya

Jangan merasa berat untuk membuang sampah pada tempatnya. Ini sebenarnya aktivitas yang sangat ringan namun banyak yang belum menjadikan aktivitas ini sebagai sebuah kebiasaan. Padahal dampaknya bukan cuma membuat lingkungan tampak bersih dan enak dipandang, tapi anda juga sekaligus telah membantu meringankan pekerjaan petugas kebersihan dan turut menjaga lingkungan.

Tidak egois di angkutan umum

Buat kamu yang sering memanfaatkan tranportasi publik seperti busway dan commuter line, cobalah untuk mengalah dan memberikan tempat duduk bagi mereka yang membutuhkan, seperti ibu hamil, lansia dan penyandang difabel. Percayalah, lelah anda akan berbuah berkah.

Memberi kesempatan pejalan kaki menyebrang

Saat fokus berkendara anda juga bisa tetap melakukan kebaikan bagi sekeliling anda. Contohnya, dengan bersabar menurunkan kecepatan kendaraanmu untuk memberi kesempatan kepada pejalan kaki menyebrang, Mengurangi beberapa detik laju kendaraan tidak menjadikan waktu anda terbuang. Justru anda telah memberikan rasa aman kepada mereka untuk menyeberang.

Berbagi makanan

Saat membeli makanan, misalnya untuk berbuka puasa atau makan siang, tidak ada salahnya memesan satu porsi lagi untuk diberikan kepada orang lain yang anda temui, bisa petugas kebersihan, pedagang asongan, tukang parkir di jalan, atau orang yang membutuhkan.

Saring sebelum sharing

Di era teknologi seperti sekarang ini arus informasi khususnya di sosial media menjadi sangat besar dan tak terkendali. Agar tidak menyebarkan informasi Hoax dan menyinggung sebagian golongan, ada baiknya anda melakukan saring informasi yang didapat sebelum men-sharing-nya via platform sosial media anda.

Semoga bermanfaat.

Mau Telinga Sehat? Ikuti Langkah Ini

Tak hanya berfungsi sebagai alat pendengaran, telinga juga membantu menjaga keseimbangan tubuh. Maka, sangatlah penting untuk selalu menjaga kesehatan telinga. untuk menjaga kesehatan telinga lakukan langkah-langkah berikut ini.
Mau Telinga Sehat? Ikuti Langkah Ini
Mau Telinga Sehat? Ikuti Langkah Ini
 
Hindari Suara Keras

Paparan volume suara yang terlampau tinggi dalam jangka waktu panjang akan menyebabkan keausan pada sel-sel rambut kecil di telinga. Sel-sel ini berfungsi untuk mengonversi suara menjadi sinyal saraf  untuk dikirim ke otak secara bertahap. Dengan kata lain, gangguan pendengaran akibat volume tinggi atau keras akan terakumulasi dari waktu ke waktu. Dalam aktivitas sehari-hari, penggunaan headset atau mendekatkan telinga ke loud speaker dengan volume tinggi adalah beberapa contoh yang bisa merusak kesehatan telinga.

Bersihkan Dengan Benar

Anda rutin membersihkan telinga dengan cotton bud atau alat berbahan besi lainnya? Sebaiknya, hentikan dari sekarang. Telinga merupakan organ yang dapat membersihkan dirinya sendiri. Cairan seperti lilin yang ada di dalam telinga berfungsi untuk mencegah debu dan partikel berbahaya lainnya untuk masuh ke dalam telinga. Jadi, fungsi cairan lilin ini sangat penting untuk kesehatan telinga dan adanya kotoran telinga merupakan sesuatu yang normal. Bersihkan saja sekitar ronggal telinga dengan handuk lembut.

Hindari Menggaruk

Saat telinga gatal hindari cara mengatasinya dengan menggaruk telinga karena akan mengakibatkan dampak buruk, seperti iritasi, bahaya tetanus hingga memunculkan bisul.

Gunakan Pelindung

Pada saat melakukan perjalanan dengan pesawat terbang, kemungkinan ada gangguan pada telinga yang disebabkan oleh tekanan yang terjadi. Gangguan ini lebih besar terjadi pada anak-anak. Rasa sakit hingga pendarahan adalah dampak yang bisa muncul akibat tekanan tersebut. Untuk mencegahnya, gunakan alat penyumbat telinga yang dirancang khusus selama penerbangan.

Tetap kering

Telinga yang selalu basah atau lembab dapat memungkinkan bakteri masuk ke dalam saluran telinga. Hal ini dapat menyebabkan infeksi atau otitis eksterna. Jika kamu merasa ada air yang masuk ke dalam telinga, segera miringkan kepala dan tarik daun telinga untuk merangsang air keluar. Jaga agar telinga tetap kering.

Periksa Rutin

Lakukan pemeriksaan rutin ke dokter. Gangguan pendengaran berkembang secara bertahap sehingga anda perlu memastikan kondisi telinga selalu dalam keadaan sehat setiap waktu.

Semoga bermanfaat.

Biografi R.A Kartini

Biografi R.A Kartini. Tokoh wanita satu ini sangat terkenal di Indonesia. Dialah Raden Ajeng Kartini Djojo Adhiningrat atau dikenal sebagai R.A Kartini. Beliau sangat dikenal sebagai salah satu pahlawan nasional yang dikenal gigih memperjuangkan emansipasi wanita indonesia ketika ia hidup.

Nama Lengkap : Raden Ajeng Kartini Djojo Adhiningrat
Nama lain : R.A Kartini
Tempat dan Tanggal Lahir : Jepara, Jawa Tengah, 21 April 1879
Wafat : Rembang, Jawa Tengah, 17 September 1904
Agama : Islam
Orang Tua : Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat (Ayah), M.A. Ngasirah (Ibu)
Saudara Kandung : R.M Slamet Sosroningrat, P.A Sosrobusono, R.A Soelastri, Drs. R.M.P Sosrokartono, R.A Roekmini, R.A Kardinah, R.A Kartinah, R.M Muljono, R.A Soematri, R.M Rawito
Suami : K.R.M. Adipati Ario Singgih Djojo Adhiningrat
Anak : Soesalit Djojoadhiningrat

Masa Kecil Kartini

Mengenai Biografi dan Profil R.A Kartini, beliau lahir pada tanggal 21 April tahun 1879 di Kota Jepara, Hari kelahirannya itu kemudian diperingati sebagai Hari Kartini untuk menghormati jasa RA Kartini pada bangsa Indonesia. Nama lengkap Kartini adalah Raden Ajeng Kartini Djojo Adhiningrat.
Biografi R.A Kartini
Biografi R.A Kartini

Mengenai sejarah RA Kartini dan kisah hidup Kartini, ia lahir di tengah-tengah keluarga bangsawan oleh sebab itu ia memperoleh gelar R.A (Raden Ajeng) di depan namanya.

Gelar itu sendiri (Raden Ajeng) dipergunakan oleh Kartini sebelum ia menikah, jika sudah menikah maka gelar kebangsawanan yang dipergunakan adalah R.A (Raden Ayu) menurut tradisi Jawa.

Ayahnya bernama R.M. Sosroningrat, putra dari Pangeran Ario Tjondronegoro IV, seorang bangsawan yang menjabat sebagai bupati jepara. Beliau ini merupakan kakek dari R.A Kartini. Ayahnya R.M. Sosroningrat merupakan orang yang terpandang sebab posisinya kala itu sebagai bupati Jepara

Ibu kartini yang bernama M.A. Ngasirah, beliau ini merupakan anak seorang kiai atau guru agama di Telukawur, Kota Jepara. Menurut sejarah, Kartini merupakan keturunan dari Sri Sultan Hamengkubuwono VI. Bahkan ada yang mengatakan bahwa garis keturunan ayahnya berasal dari kerajaan Majapahit.

M.A. Ngasirah sendiri bukan keturunan bangsawan, melainkan hanya rakyat biasa saja. Oleh karena itu peraturan kolonial Belanda ketika itu mengharuskan seorang Bupati harus menikah dengan bangsawan juga.

Hingga akhirnya ayah Kartini kemudian mempersunting seorang wanita bernama Raden Adjeng Woerjan yang merupakan seorang bangsawan keturunan langsung dari Raja Madura ketika itu.

R.A Kartini sendiri memiliki saudara berjumlah 10 orang yang terdiri dari saudara kandung dan saudara tiri. Beliau sendiri merupakan anak kelima, namun ia merupakan anak perempuan tertua dari 11 bersaudara. Sebagai seorang bangsawan, R.A Kartini juga berhak memperoleh pendidikan.

Pendidikan R.A Kartini

Mengenai riwayat pendidikan RA Kartini, Ayahnya menyekolahkan Kartini kecil di ELS (Europese Lagere School). Disinilah Kartini kemudian belajar Bahasa Belanda dan bersekolah disana hingga ia berusia 12 tahun. Sebab ketika itu menurut kebiasaan ketika itu, anak perempuan harus tinggal dirumah untuk ‘dipingit’.

Pemikiran-Pemikiran R.A Kartini Tentang Emansipasi Wanita

Meskipun berada di rumah, R.A Kartini aktif dalam melakukan korespondensi atau surat-menyurat dengan temannya yang berada di Belanda. Sebab beliau juga fasih dalam berbahasa Belanda.

Dari sinilah kemudian, Kartini mulai tertarik dengan pola pikir perempuan Eropa yang ia baca dari surat kabar, majalah serta buku-buku yang ia baca.

Hingga kemudian ia mulai berpikir untuk berusaha memajukan perempuan pribumi. Dalam pikirannya kedudukan wanita pribumi masih tertinggal jauh atau memiliki status sosial yang cukup rendah kala itu.

R.A Kartini banyak membaca surat kabar atau majalah-majalah kebudayaan eropa yang menjadi langganannya yang berbahasa belanda. Di usiannya yang ke 20, ia bahkan banyak membaca buku-buku karya Louis Coperus yang berjudul De Stille Kraacht, karya Van Eeden, Augusta de Witt.

Ia juga membaca berbagai roman-roman beraliran feminis yang kesemuanya berbahasa belanda. Selain itu ia juga membaca buku karya Multatuli yang berjudul Max Havelaar dan Surat-Surat Cinta.

Ketertarikannya dalam membaca kemudian membuat beliau memiliki pengetahuan yang cukup luas soal ilmu pengetahuan dan kebudayaan. R.A Kartini memberi perhatian khusus pada masalah emansipasi wanita melihat perbandingan antara wanita eropa dan wanita pribumi.

Selain itu ia juga menaruh perhatian pada masalah sosial yang terjadi menurutnya, seorang wanita perlu memperoleh persamaan, kebebasan, otonomi serta kesetaraan hukum.

Surat-surat yang kartini tulis lebih banyak berupa keluhan-keluhan mengenai kondisi wanita pribumi. Ia melihat contoh kebudayaan jawa yang ketika itu lebih banyak menghambat kemajuan dari perempuan pribumi ketika itu.

Ia juga mengungkapkan dalam tulisannya bahwa ada banyak kendala yang dihadapi perempuan pribumi khususnya di Jawa agar bisa lebih maju.

Ia menuliskan penderitaan perempuan di jawa seperti harus dipingit. Tidak bebas dalam menuntuk ilmu atau belajar, serta adanya adat yang mengekang kebebasan perempuan.

Cita-cita luhur R.A Kartini adalah ia ingin melihat perempuan pribumi dapat menuntut ilmu dan belajar seperti sekarang ini. Gagasan-gagasan baru mengenai emansipasi atau persamaan hak wanita pribumi. Itu dianggap sebagai hal baru yang dapat merubah pandangan masyarakat.

Selain itu, tulisan-tulisan Kartini juga berisi tentang yaitu makna Ketuhanan, Kebijaksanaan dan Keindahan, peri kemanusiaan dan juga Nasionalisme. Inilah yang menjadi keistimewaaan RA Kartini.

Kartini juga menyinggung tentang agama, misalnya ia mempertanyakan mengapa laki-laki dapat berpoligami. Dan mengapa mengapa kitab suci itu harus dibaca dan dihafal tanpa perlu kewajiban untuk memahaminya.

Teman wanita Belanda nya Rosa Abendanon, dan Estelle “Stella” Zeehandelaar juga mendukung pemikiran-pemikiran yang diungkapkan oleh R.A Kartini.

Sejarah mengatakan bahwa Kartini diizinkan oleh ayahnya untuk menjadi seorang guru sesuai dengan cita-cita. Namun ia dilarang untuk melanjutkan studinya untuk belajar di Batavia ataupun ke Negeri Belanda.

Hingga pada akhirnya, ia tidak dapat melanjutanya cita-citanya baik belajar menjadi guru di Batavia. Ataupun juga kuliah di negeri Belanda. Meskipun ketika itu ia menerima beasiswa untuk belajar kesana.

Pada tahun 1903 pada saat R.A Kartini berusia sekitar 24 tahun, ia dinikahkan dengan K.R.M. Adipati Ario Singgih Djojo Adhiningrat yang merupakan seorang bangsawan dan juga bupati di Rembang yang telah memiliki tiga orang istri.

Meskipun begitu, suami R.A Kartini ykni K.R.M. Adipati Ario Singgih Djojo Adhiningrat memahami apa yang menjadi keinginan istrinya itu.

Sehingga ia kemudian diberi kebebasan untuk mendirikan sekolah wanita pertama. Sekolah itu berdiri di sebelah kantor pemerintahan Kabupaten Rembang yang kemudian sekarang dikenal sebagai Gedung Pramuka.

Pernikahan R.A Kartini Hingga Wafatnya

Dari pernikahannya dengan K.R.M. Adipati Ario Singgih Djojo Adhiningrat, R.A Kartini kemudian melahirkan anak bernama Soesalit Djojoadhiningrat yang lahir pada tanggal 13 September 1904.

Namun miris, beberapa hari kemudian setelah melahirkan anaknya yang pertama, R.A Kartini kemudian wafat pada tanggal 17 September 1904.  Di usianya yang masih sangat muda yaitu 24 tahun. Beliau kemudian dikebumikan di Desa Bulu, Kabupaten Rembang.

Berkat perjuangannya kemudian pada tahun 1912, berdirilah Sekolah Wanita oleh Yayasan Kartini di Semarang kemudian meluas ke Surabaya, Yogyakarta, Malang, Madiun, Cirebon serta daerah lainnya.

Sekolah tersebut kemudian diberi nama “Sekolah Kartini” untuk menghormati jasa-jasanya. Yayasan tersebut milik keluarga Van Deventer, seorang tokoh Politik Etis di era kolonial Belanda.

Terbitnya Buku ‘Habis Gelap Terbitlah Terang’

Sepeninggal R.A Kartini, kemudian seorang pria belanda bernama J.H. Abendanon yang ketika itu menjabat sebagai Menteri Kebudayaan, Agama dan Kerajinan Hindia Belanda.

Ia mulai mengumpulkan surat-surat yang pernah ditulis oleh R.A Kartini ketika ia aktif melakukan korespondensi dengan teman-temannya yang berada di Eropa ketika itu.

Dari situ kemudian disusunlah buku yang awalnya berjudul ‘Door Duisternis tot Licht‘ yang kemudian diterjemahkan dengan judul Dari Kegelapan Menuju Cahaya yang terbit pada tahun 1911.

Buku tersebut dicetak sebanyak lima kali, dan pada cetakan kelima terdapat surat-surat yang ditulis oleh Kartini. Pemikiran-pemikiran yang diungkapkan oleh Kartini kemudian banyak menarik perhatian masyarakat ketika itu terutama kaum Belanda. Karena yang menulis surat-surat tersebut adalah wanita pribumi.

Silahkan baca artikel :

Pemikirannya banyak mengubah pola pikir masyarakat belanda terhadap wanita pribumi ketika itu. Tulisan-tulisannya juga menjadi inspirasi bagi para tokoh-tokoh Indonesia kala itu seperti W.R Soepratman. Beliau kemudian menbuat lagu yang berjudul ‘Ibu Kita Kartini‘. Inilah yang menjadi salah satu prestasi dari RA Kartini.

Atas jasa RA Kartini , Presiden Soekarno sendiri kala itu mengeluarkan instruksi berupa Keputusan Presiden Republik Indonesia No.108 Tahun 1964, pada tanggal 2 Mei 1964, yang berisi penetapan Kartini sebagai Pahlawan Kemerdekaan Nasional. Soekarno juga menetapkan hari lahir Kartini, yakni pada tanggal 21 April, diperingati sebagai Hari Kartini sampai sekarang ini.

Munculnya Perdebatan Surat-Surat Yang Ditulis Oleh Kartini.

Banyak perdebatan serta kontrovesi mengenai surat-surat yang ditulis oleh Kartini,  sebab hingga saat ini sebagian besar naskah asli surat Kartini tak diketahui keberadaannya.

Jejak keturunan J.H. Abendanon pun sulit untuk dilacak oleh Pemerintah Belanda. Banyak kalangan yang meragukan kebenaran dari surat-surat Kartini.

Ada yang menduga bahwa J.H. Abendanon, melakukan rekayasa surat-surat Kartini. Kecurigaan ini didasarkan pada buku Kartini yang terbit saat pemerintahan kolonial Belanda menjalankan politik etis di Hindia Belanda ketika itu.

J.H Abendanon sendiri termasuk yang memiliki kepentingan dan mendukung pelaksanaan politik etis dan kala itu ia juga menjabat sebagai Menteri Kebudayaan, Agama dan Kerajinan Hindia Belanda ketika itu.

Selain itu penetapan tanggal kelahiran Kartini sebagai hari besar juga banyak diperdebatkan. Pihak yang tidak begitu menyetujui, mengusulkan agar tidak hanya merayakan Hari Kartini saja, namun merayakannya bersama dengan hari Ibu yang jatuh pada tanggal 22 Desember.

Alasan mereka adalah agar tidak pilih kasih, sebab masih ada pahlawan wanita lain yang tidak kalah hebat perjuangannya dengan Kartini seperti Dewi Sartika, Cut Nyak Dhien, Martha Christina Tiahahu, dan lain-lain.

Menurut sebagian kalangan, wilayah perjuangan Kartini itu hanya di Jepara dan Rembang saja, Kartini juga tidak pernah mengangkat senjata melawan penjajah kolonial.
Keturunan R.A Kartini Hingga Saat Ini

Seperti diketahui sebelum wafat R.A Kartini mempunyai seorang anak bernama R.M Soesalit Djojoadhiningrat hasil pernikahannya dengan K.R.M. Adipati Ario Singgih Djojo Adhiningrat. Anak Kartini yang bernama Soesalit Djojoadhiningrat sempat menjabat sebagai Mayor Jenderal pada masa kependudukan Jepang.

Ia kemudian mempunyai anak bernama RM. Boedi Setiyo Soesalit (cucu R.A Kartini) yang kemudian menikah dengan seorang wanita bernama Ray. Sri Biatini Boedi Setio Soesalit.

Dari hasil pernikahannya tersebut, beliau mempunyai lima orang anak bernama (Cicit R.A Kartini) yang masing-masing bernama RA. Kartini Setiawati Soesalit, kemudian RM. Kartono Boediman Soesalit, RA Roekmini Soesalit, RM. Samingoen Bawadiman Soesalit, dan RM. Rahmat Harjanto Soesalit.
Film Kartini

Kisah dari perjuangan dari R.A Kartini sudah pernah diangkat ke layar lebar. Tercatat sudah ada tiga film yang mengangkat mengenai sosok dari RA Kartini seperti film berjudul R.A Kartini yang dibuat pada tahun 1984. Film itu menceritakan kartini memperjuangkan emansipasi kaum wanita pada masanya.

Kemudian ada juga film yang berjudul Surat Cinta Kartini yang dibuat pada tahun 2016 dan yang terbaru berjudul Kartini sebuah film dirilis pada bulan april 2017 yang mengisahkan sosok Kartini. Film ini disutradarai oleh Hanung Bramantyo dan sosok kartini diperankan oleh Dian Sastrowardoyo.

Buku-Buku R.A Kartini

  • Habis Gelap Terbitlah Terang
  • Surat-surat Kartini, Renungan Tentang dan Untuk Bangsanya
  • Letters from Kartini, An Indonesian Feminist 1900-1904
  • Panggil Aku Kartini Saja (Karya Pramoedya Ananta Toer)
  • Kartini Surat-surat kepada Ny RM Abendanon-Mandri dan suaminya
  • Aku Mau … Feminisme dan Nasionalisme. Surat-surat Kartini kepada Stella Zeehandelaar 1899-1903.

Sekian informasi mengenai biografi serta profil singkat R.A Kartini, semoga informasi yang berupa sejarah maupun profil singkat kartini ini dapat bermanfaat bagi pembaca.
loading...